Sekolah Alam Riam Adungan : Menanam Cinta Lingkungan Sejak Dini di KHDTK Kintap
Ditulis oleh Admin | 2025-09-01
Kintap, 30 Agustus 2025. Suara tawa dan langkah kecil anak-anak menggema di bawah rindangnya pepohonan kawasan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Sebanyak 60 siswa dari SDN 1 dan SDN 2 Riam Adungan mengikuti kegiatan Sekolah Alam Riam Adungan, sebuah inisiatif edukatif yang digagas oleh Laboratorium Keadilan Sosial dan Ekologis (Ekososlab) untuk menanamkan semangat cinta lingkungan dan tanggung jawab sosial sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 28–30 Agustus 2025, diisi dengan rangkaian pembelajaran interaktif di alam terbuka. Program ini bertujuan memperkenalkan kepada anak-anak bahwa hutan bukan hanya tempat mencari kayu, melainkan ruang belajar, sumber kehidupan, dan tempat menumbuhkan kepedulian terhadap bumi.
Pembukaan kegiatan dilakukan di sekolah masing-masing, diawali sambutan dari perwakilan Ekososlab Kalimantan Selatan dan para kepala sekolah. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas hadirnya kegiatan yang mampu membawa siswa keluar dari rutinitas belajar di kelas. “Anak-anak perlu melihat langsung bahwa menjaga hutan berarti menjaga masa depan mereka sendiri,” ujar salah satu kepala sekolah SDN Riam Adungan.
Pada hari pertama, para siswa mendapatkan pengenalan mengenai fungsi hutan bagi kehidupan manusia melalui metode cerita dan tayangan visual. Antusiasme mereka tampak tinggi saat para fasilitator menjelaskan bahwa hutan ibarat “paru-paru” yang memberi napas bagi bumi. Setelah itu, anak-anak diajak berdiskusi dalam kelompok kecil untuk merumuskan ide sederhana tentang apa yang bisa mereka lakukan untuk menjaga hutan di sekitar desa mereka.
Sesi berikutnya berlanjut dengan kegiatan kreatif menggunakan media alam, seperti dedaunan, ranting, dan bunga kering, untuk membuat karya seni bertema lingkungan. Dari total 60 peserta, 20 siswa terbaik masing-masing 10 dari SDN 1 dan SDN 2 dipilih untuk melanjutkan kegiatan di KHDTK Kintap.
Di lokasi hutan, suasana belajar menjadi semakin hidup. Para siswa mengikuti empat pos permainan edukatif yang dirancang untuk mengajarkan keterkaitan antara manusia dan alam. Di pos pertama mereka belajar tentang rantai makanan melalui permainan puzzle, di pos kedua menanam bibit pohon, di pos ketiga mengenal peran air dalam kehidupan, dan di pos terakhir menyusun puzzle fauna khas Kalimantan.
Kegiatan puncak berlangsung penuh makna ketika seluruh peserta membentuk lingkaran besar di tengah hutan dan mengucapkan “Ikrar Penjaga Hutan Cilik.” Dengan penuh semangat, seorang siswa bernama Merna mengucap lantang, “Aku mau jadi penjaga hutan!” Suasana menjadi haru dan penuh kebanggaan, karena setiap anak menerima pin simbolik dan sertifikat komitmen menjaga hutan.
Perwakilan Ekososlab Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pendidikan sosial-ekologis berkelanjutan, yang menghubungkan pembelajaran, aksi nyata, dan nilai-nilai moral lingkungan. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga hutan bukan tugas orang dewasa saja. Mereka pun bisa menjadi bagian dari solusi, mulai dari hal-hal kecil,” ungkapnya.
Melalui Sekolah Alam Riam Adungan, Ekososlab berharap lahir generasi muda yang memiliki empati terhadap alam dan kesadaran ekologis tinggi. Program ini menjadi model edukasi lingkungan berbasis masyarakat yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan rasa cinta, tanggung jawab, dan kebersamaan dengan alam sejak usia sekolah dasar.
Berita Lainnya
-
Institut Hijau Indonesia Gelar Diskusi Pengembangan Kurikulum YOU-RINGS Bersama Pakar, Akademisi, dan Praktisi Energi
| 2026-02-03 -
Dari Budi Utomo ke Era Reformasi : Transformasi Partisipasi Politik Rakyat Indonesia
| 2026-02-02 -
Patronase Kekuasaan dan Politik Uang : Analisis Teori Pelanggengan Kekuasaan dan Sistem Pemilu dalam Konteks KKN di Indonesia
| 2026-01-30 -
Integritas dalam demokrasi
| 2026-01-26 -
Negara dan Kita: Bukan Hanya Tentang Hukum, Tapi Nilai dan Cinta
| 2026-01-22 -
Mengurai Dilema Konstitusi: Antara Pedoman Moral dan Alat Kekuasaan
| 2026-01-08 -
Dinamika Sistem Pemilu Indonesia: Antara Tantangan Demokrasi Serentak 2024 dan Ancaman KKN
| 2026-01-08 -
Ekonomi Konstitusi, Oligarki, dan Demokrasi Lokal yang Berkeadilan
| 2026-01-08 -
Kuasai Copilot untuk Percepatan Project Planning, Ratusan Mahasiswa Institut Hijau Indonesia Ikuti Pelatihan GARUDA AI dan Microsoft Elevate
| 2026-01-07 -
Menjemput Masa Depan Hijau “Reclaim Our Future”: Wisuda Bersama Green Leadership Indonesia Batch 5 dan Civic Education
| 2025-12-30