Menjemput Masa Depan Hijau “Reclaim Our Future”: Wisuda Bersama Green Leadership Indonesia Batch 5 dan Civic Education
Ditulis oleh Admin | 2025-12-30
JAKARTA, 22 Desember 2025 – Di tengah ancaman krisis iklim yang kian eskalatif dan tantangan demokrasi yang kompleks, Institut Hijau Indonesia kembali memperkuat barisan pejuang lingkungan nasional melalui acara Wisuda Bersama Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 5 dan Civic Education. Bertempat di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, prosesi ini meluluskan total 494 kader pilihan yang dipersiapkan untuk menjadi penggerak strategis di garis depan perjuangan keadilan ekologis dan penguatan hak-hak kewarganegaraan.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pengajar program GLI Batch 5 dan Civic Education, para pakar lingkungan, serta perwakilan alumni dari berbagai program pendidikan Institut Hijau Indonesia terdahulu. Kehadiran para alumni ini mempertegas kesinambungan regenerasi kepemimpinan hijau yang selama ini dibangun oleh Institut Hijau Indonesia untuk menciptakan gerakan yang solid dan lintas generasi.
Suasana haru dan khidmat menyelimuti ruangan saat rangkaian penampilan musikalisasi yang menyentuh tentang bencana alam di Sumatera. Melalui nada dan lirik yang dalam, penampilan tersebut mengingatkan seluruh hadirin akan luka ekologis yang nyata dialami oleh masyarakat, mulai dari banjir bandang hingga kabut asap yang terus berulang. Pertunjukan ini menjadi pengingat bagi para wisudawan bahwa ilmu yang mereka dapatkan adalah alat untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. Tak hanya itu, deretan orasi lingkungan yang berapi-api turut membakar semangat, menegaskan bahwa suara pemuda adalah kekuatan utama dalam menghadapi krisis iklim.
Pada tahun ini, program Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 5 berhasil meluluskan 390 pemimpin muda yang dijuluki sebagai "Leaders" dari 35 provinsi. Sementara itu, program Civic Education meluluskan 104 peserta yang disebut sebagai "Civilianz" dari 26 provinsi. Kehadiran para Civilianz menjadi sangat krusial karena mereka dibekali dengan literasi hukum, tata negara, dan hak asasi manusia untuk memastikan suara warga tetap terdengar dalam setiap proses pengambilan kebijakan lingkungan di tingkat tapak maupun nasional.
Dalam sambutannya yang menggugah semangat di atas panggung Teater Kecil TIM, Ketua Institut Hijau Indonesia, Chalid Muhammad, menekankan bahwa gelar yang disandang hari ini membawa tanggung jawab moral yang besar terhadap kelestarian bumi.
"Bagi para Leaders, jadilah pemimpin yang berakar di bumi dan selalu berpijak pada kepentingan rakyat jelata. Sedangkan bagi para Civilianz, tugas kalian adalah memastikan literasi kewarganegaraan menjadi senjata utama untuk melawan ketidakadilan ekologis. Kita tidak boleh lagi buta politik; kita harus memahami bagaimana mekanisme kekuasaan bekerja dan berani merebut ruang-ruang kebijakan agar alam kita tetap lestari dan keadilan sosial dapat ditegakkan," tegas Chalid Muhammad.
Selama enam bulan masa pendidikan, para Leaders ditempa untuk memiliki kepemimpinan strategis yang mampu menganalisis dampak industri ekstraktif dan merumuskan solusi berkelanjutan. Di sisi lain, para Civilianz dibekali pemahaman mendalam mengenai hak sipil guna mengoreksi model pembangunan yang destruktif. Kolaborasi antara kedua peran ini, dengan dukungan dari jaringan alumni yang luas, diharapkan mampu memutus rantai eksploitasi sumber daya alam yang sering kali mengabaikan hak masyarakat adat dan komunitas lokal.
Kombinasi antara 390 Leaders dan 104 Civilianz ini menciptakan jaringan solidaritas nasional yang inklusif. Mereka tidak hanya membawa bekal teori, tetapi juga rencana aksi nyata untuk merespons persoalan lingkungan di provinsi masing-masing mulai dari isu deforestasi, konflik agraria, hingga kedaulatan pangan.
Berita Lainnya
-
Institut Hijau Indonesia Gelar Diskusi Pengembangan Kurikulum YOU-RINGS Bersama Pakar, Akademisi, dan Praktisi Energi
| 2026-02-03 -
Dari Budi Utomo ke Era Reformasi : Transformasi Partisipasi Politik Rakyat Indonesia
| 2026-02-02 -
Patronase Kekuasaan dan Politik Uang : Analisis Teori Pelanggengan Kekuasaan dan Sistem Pemilu dalam Konteks KKN di Indonesia
| 2026-01-30 -
Integritas dalam demokrasi
| 2026-01-26 -
Negara dan Kita: Bukan Hanya Tentang Hukum, Tapi Nilai dan Cinta
| 2026-01-22 -
Mengurai Dilema Konstitusi: Antara Pedoman Moral dan Alat Kekuasaan
| 2026-01-08 -
Dinamika Sistem Pemilu Indonesia: Antara Tantangan Demokrasi Serentak 2024 dan Ancaman KKN
| 2026-01-08 -
Ekonomi Konstitusi, Oligarki, dan Demokrasi Lokal yang Berkeadilan
| 2026-01-08 -
Kuasai Copilot untuk Percepatan Project Planning, Ratusan Mahasiswa Institut Hijau Indonesia Ikuti Pelatihan GARUDA AI dan Microsoft Elevate
| 2026-01-07 -
Menjemput Masa Depan Hijau “Reclaim Our Future”: Wisuda Bersama Green Leadership Indonesia Batch 5 dan Civic Education
| 2025-12-30